Keistimewaan yang tersia-siakan menjadi bencana terbesar di abad ini.
Bencana yang lebih besar kemungkinannya dibandingkan kiamat (mungkin) di tahun 2012.
Kemarin warga Indonesia tepatnya Jakarta dikejutkan kembali dengan teror bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Calrton.
Setelah sekian lama teror bom ini kembali membuat masyarakat kita resah.
Kemungkinan utama adalah kelompok yang tidak menyukai orang asing datang ke negeri kita (kabarnya hotel tersebut menjadi tempat menginap para pemain MU.
banyak orang berpikir sekarang: Kelompok bego, gila, ga bernasionalis, dan jahanam (maaf) mana yang tega melakukan hal ini?!!
Jangan salah kelompok tersebut terdiri dari orang-orang pintar, berbakat, cerdik, dan istimewa.
Koq begitu pa? koq dibela?
Memang itulah kenyataan dunia sekarang…orang pintar tapi tak memakai otak dan hati, melihat dunia secara hitam-putih
Teroris yang mengebom kemarin bukan orang-orang bodoh. Bayangkan aja hotel JW Marriot pasti membuat pengamanan 10 kali lipat lebih karena pernah tertimpa kasus yang sama..
Tapi toh ternyata bisa diledakan juga, bisa dimasuki, bisa menginap disana… gmn ga pinter coba?
Tau kasus 11 September? yang merubuhkan WTC dan menembus pertahanan Pentagon? Mereka teroris pandai yang mampu menembus pertahanan Amerika yang terbilang kuat..
Sayangnya mereka menggunakan kepandaian tidak dengan akal sehat (mikir pake otak tapi ga dipake otaknya..)
Inilah realita kehidupan yang ga pernah kita pahami..
Dahulu sebelum mengenal SQ dan EQ kita semua cm mengenal IQ, banyak orang menggangap IQ adalah segala-galanya..
IQ tinggi anak gw pinter, orang autis berarti bego, orang IQ rendah berarti bego dan segala macam hal berdasarkan IQ IQ IQ.
Nilai, orang menilai nilai bagus pasti sukses! nilai bagus anak pintar dll..
Kitalah yang menciptakan dunia seperti itu, kendati kini orang mengerti bahwa nilai dan IQ tidak menentukan kesuksesan anak masih banyak orang menganggap hal itu berarti.
Banyak orang pintar stress dengan kehidupan yang ditekan, mereka harus nomor 1, mereka harus juara…
Tapi masyarkat tak sadar, ketika suatu kegagalan datang, kepintaran mereka down.. mereka stress.. mereka taku dianggap sampah dll..
Di Jepang banyak siswa sekolah bunuh diri karena tak tahan dengan tekanan sekolah ditambah keinginan orangtua yang banyak..
orangtua sebenarnya telah membunuh anak mereka.Mereka lupa bahwa apa yang terbaik buat anak tak selalu yang terbaik..
teroris tersebut mungkin menganggap perbuatan mereka benar… mereka ingin dunia yang sadar…
Mungkin teroris akan berkata seperti ini: “SADARLAH, ORANG ASING TIDAK BAIK UNTUK KITA, MEREKA MERUSAK BANGSA DLL”
kita kan membalas: “sadar dong teroris, tau ga si lu perbuatan lu cuma bikin korban-korban-korban dan kemudian keinginan lu ga akan tercapai ngerti ga?!!!”
Secara ekstrim saya ingin mengatakan: orang gila mana sih yang tega melihat korban berjatuhan? orang macam apa yang tega merusak keamanan bangsa, ORANG IDIOT MACAM MANA YANG TEGA MEMPERMALUKAN BANGSANYA SENDIRI!!
* puas deh… *takut di bom jadinya he3
tapi coba pikirkan deh geram ga sih liat orang” pinter yang sebetulnya pengen kepintaran mereka tapi justru disalahgunakan!!
Gw aja pengen banget ngebunuh dan ga hanya ngebunuh tapi menyiksa terus pengen liat kebencian mereka karena da gw siksa kemudian gw taro bom waktu deket mereka…
PENGEN BGT!!!Walau gw tau, ga segampang itu buat nemuin, menyiksa ataupun membunuh mereka..
jujur gw berani jamin dihati para keluarga korban, sekecil apapun itu ada rasa benci yang dalam banget…
pengen banget ngebunuh teroris yang ngebom (kecuali bom bunuh diri..)
Tapi janganlah hal itu membuat kita menjadi seperti mereka, menjadi binatang, hanya mengikuti naluri bukan pikiran, bukan hati, dan bukan iman..
Bulls**t teroris yang melakukan demi iman, omong kosong melakukan demi kebaikan dunia, negara, atau bangsanya..
Mereka ga bersyukur akan keistimewaan mereka akan kepintaran mereka…
SETIAP MANUSIA ISTIMEWA…. ga berani jamin… gw berani bertaruh untuk itu…
se idiotnya orang dia bisa jadi Einsten… Se tololnya orang dia bisa sekaya Bill Gates….
Kita yang udah pinter kenapa justru menyalahgunakannya… sekurang-kurangnya menyesalinya…
Einsten saja menyesali menemukan cara membuat bom atom…karena dia memang pintar bukan hanya secara IQ (200 lebih loh!!) tapi SQ dan EQ..
Bukan kata tidak atau iya, bukan perang atau anti perang… tapi DAMAI..
Gw nulis ini bukan bwt pambaca umum doang.. bahkan gw berharap para teroris baca ini (yah siap” deh).. Baca kalo lu pada punya keistimewaan yang ga terhingga…
Tapi lu dah gunain untuk hal yang salah… Bukan kata terlambat untuk berhenti…. tidak pernah ada kata terlambat buat mengulang…
Dunia yang pengen lu ciptain mungkin benar tapi selama hal itu membunuh dan melenyapkan orang lain…
Ga akan pernah akan terbentuk dunia seperti itu…
Kita semua terlahir special… we born to be special… for God.. Buat Tuhan… Bukan buat kita sendiri…
Andaikata kemampuan kita bisa membunuh orang-orang yang pengen kita bunuh (para penjahat dll) kita ga akan pernah di sukai Tuhan..
Istimewa adalah milik Tuhan.. kita dipinjamkan hanya untuk melipat-gandakan… Dan suatu hari kita harus pertanggung-jawabkan
Kepada semua orang ….
yang merasa pinter…
yang merasa bodoh, tolol, bego, idiot…
yang merasa ga berguna….
yang merasa di siksa….
yang merasa dunia harus dihancurkan…
inget….
kita semua istimewa….
kita semua punya kemampuan…
tinggal bagaimana anda menggunakannya untuk memuliakan Tuhan, membantu sesama, dan menciptakan kedamaian…
HEAL THE WORLD MAKE PEACE!!! AMEN!!